SUKABUMIVIRAL.COM - Jumlah Pengunjung di kawasan wisata Pondok Halimun (PH) terus mengalami peningkatan pasca Lebaran H +4 Idul fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi, pada Kamis (03/04/2025)
Koordinator Objek Wisata Pondok Halimun, Dedi Ruskandi mengatakan, bahwa jumlah kunjungan dari H-1 pasca Lebaran,wisatawan yang datang ke kawasan wisata tersebut, tercatat di bawah 100 orang. Sementara, peningkatan mulai terjadi di H+2 naik sekitar 400 lebih, lalu meningkat menjadi 800 orang di H+3, dan kini pada H+4 diperkirakan melebihi 1.000 orang.
“ Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pengunjung mengalami penurunan sekitar 20-30 persen," ujarnya
Lanjut Dedi, bahwa salah satu faktor yang memengaruhi penurunan ini adalah aksesibilitas menuju Pondok Halimun. Saat ini, terdapat dua jalur menuju PH, tetapi jalur dari Villa Damar sepanjang 1 kilometer belum diaspal."Iya ,sehingga ketika hujan turun , jalan tersebut menjadi sulit untuk dilalui," kata dia.
Menurutnya, bahwa wisatawan yang datang ke PH mayoritas berasal dari Jabodetabek, terutama para pemudik yang berlibur bersama keluarga dan biasanya satu mobil dari Jabodetabek, jadi sekitar 50:50 antara wisatawan lokal dan pemudik.Wisatawan bisa menikmati berbagai objek wisata.
"Ada fasilitas bumi perkemahan, wisata air di Paseban dan hamparan kebun teh. Harga tiket masuk saat ini dibandrol sebesar Rp12.000 per orang dewasa dan Rp7.000 untuk tiket anak-anak,"ungkapnya.
Ketika disinggung mengenai muncul isu viral di media sosial, terkait mahalnya tiket masuk bagi wisatawan. Dalam video yang beredar, terlihat dua mobil yang dianggap harus membayar hingga Rp70.000. Namun, Dedi menjelaskan bahwa informasi tersebut kurang akurat, karena sistem pembayaran memang dihitung per orang sesuai dengan regulasi terbaru.“Kalau ada lima orang dalam satu mobil, memang biayanya Rp60.000. Tapi kalau di tempat wisata swasta, sistemnya berbeda. Kalau di PH, retribusi ini sudah sesuai dengan SOP yang berlaku,” jelasnya.
Selain Pondok Halimun, wisatawan juga bisa mengunjungi beberapa objek wisata lainnya, seperti Jatigede, Panenjoan, Baturea, Belukar, Pohon Tahu, Panimbunan, Jeepsi Camp, Bumi Ethnic Pasundan, Paseban, hingga Villa Damar.
“Kami mengimbau wisatawan agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar dan tetap menikmati liburan dengan nyaman. Kami hanya menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku, dan tentunya selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan,” pungkasnya.( Red/ Us).
Social Header